Jumat, 17 Juni 2016

RAMADHAN SEBAGAI MOMENT PENDIDIKAN KARAKTER ANAK

Juni 17, 2016 0 Comments
Siti Rohmanatin Fitriani
Sekretaris Majlis Hukum & HAM PWA Papua

Sebagaimana diketahui bersama bahwa sebagai umat Islam kita diwajibkan puasa di Bulan Ramadhan. Kewajiban puasa bukan hanya sekedar puasa tapi banyak hikmah di dalamnya. Karena itulah, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mendidik karakter anak. Sehingga penting kemudian untuk mengajak anak berpuasa atau belajar berpuasa. Cara dan bagaimana anak belajar berpuasa sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak yang bisa jadi berbeda satu sama lain walupun usianya sebaya.
Kembali kepada pembentukan karakter anak melalui puasa Ramadan. Karakter yang seperti apa..?
1.    Karakter yang disiplin. Karena  dengan berpuasa anak diajarkan untuk disiplin. Disiplin dalam hal waktu makan. Menahan makan dari terbitnya fajar, hingga terbenamnya matahari. Jika si kecil mungkin masih belum mampu puasa secara penuh, bisa puasa setengah hari sebagai proses pembelajaran. Dalam puasa setengah hari ini pun ada kedisiplinan. Makan hanya diperbolehkan pada waktu dhur (tengah hari) untuk kemudian anak harus puasa lagi. Disiplin juga untuk bangun di waktu sahur. Dan banyak lagi displin-disiplin yang lain seperti sholat tarawih dll.

2.       Karakter yang peduli pada sesama. Dengan berpuasa anak bisa merasakan betapa beratnya tidak bisa makan saat lapar, bahkan mereka mungkin ada yang merasa perutnya sakitkarena lapar. Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk menjelaskan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang tidak cukup memiliki makanan untuk disantap. Kita ajarkan bahwa kita harus membantu sauara-saudara kita yang tidak berkecukupan tersebut agar mereka tidak merasakan sakitnya kelaparan.  Bisa juga kita jelaskan bahwa rasa lapar yang kita rasakan ini akan hilang ketika waktu berbuka telah tiba, tapi bagaimana dengan saudara-saudara kita yang meang tidak memiliki makanan, kapan waktu makan bagi mereka. Tidak ada kepastian.
Ini mengrahkan  pada karakter selanjutnya, yaitu

3.       Karakter yang bersyukur atas semua nikmat dan karunia Allah. Bersyukur karea begitu besar nikmat Allah yang diberikan keada kita berupa makanan yang bisa kita santap saat berbuka sampai waktu sahur berahir.  Yang mungkin tidak dimili orang lain. Karakter anak yang bersyukur akan menjauhkan anak-anak kita dari rasa iri dan sombong
Saya mengajak kita semua, termasuk saya juga, untuk tidak menyia-nyiakan momen puasa ramadhan ini, untuk membentuk karakter anak menjadi anak yang disiplin, peduli kepada sesama, dan juga anak yang bersyukur atas nikmat dan karunia Alah.
Catatan terahir saya, proses pembentukan karakter ini hendaknya tidak dilakukan dengan paksaan. Tuntun anak setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuannya.

Semoga Allah memudahkan kita menjadi hamba yang lebih baik di bulan Ramdhan ini.

Senin, 30 Maret 2015

Berteman = Belajar

Maret 30, 2015 0 Comments

Dalam setiap aktfitas yang kita lakukan, kita punya pilihan tentang bagaimana menjalaninya, bagaimana merefleksikannya, dan bagaimana juga melakukan follow up nya. Kita bisa juga hanya menjalaninya tanpa ada proses lain. Tapi, buat saya, ini artinya melakukan sesuatu tanpa ruh/jiwa.

Bertemu dengan teman-teman baru pada saat mengikuti Moslem Exchange Program (MEP) 2015 di Australia, buat saya adalah salah satu cara belajar, refleksi, dan juga proses membangun mimpi tentang kehidupan yang lebih baik, untuk saya,  keluarga, komunitas, dan juga untuk negara.

Menjadi salah satu peserta MEP Indonesia-Australia memberikan saya kesempatan untuk bertemu dan tinggal bersama peserta MEP lain, yang adalah orang-orang hebat, yang sudah melakukan banyak hal di komunitasnya.

Ahmad Saifullah, peserta MEP dari Ponorogo, dosen di salah satu Pesantren tertua dan terbesar, Gontor. Dia mengabdikan dirinya untuk agama dan bangsa dalam bidang pendidikan. Dia rendah hati dan sangat penolong. Dari dia saya belajar tentang komitmen dan konsekwensi terhadap komitmen, kontrak pengabdian untuk pendidikan sampai ahir hayat.

Hindun Anisah, peserta MEP dari Jepara. Dia adalah salah satu "bu nyai" yang progressif. Feminis yang rendah hati, dan tidak membedakan-bedakan dalam bergaul. Dari dia saya belajar bagaimana menjadi ibu yang baik dan tetap berkarya. Perhatian terhadap berbagai masalah anak dan perempuan, termasuk masalah lingkungan, sustainable development.

Lenni Lestari, peserta MEP dari Aceh. Dia yang paling muda diantara kita. Tapi komitmen dan kecintaan pada tafsir, membuat semangatnya tidak pernah padam untuk selalu belajar dan menggali lebih dalam mengenai Islam. Saya melihat dia sedang belanja ilmu untuk untuk dibagikan kepada para mahasiswanya di IAIN Zawiyah Cot Kala,, Langsa, Aceh.

Yanuardi Syukur, peserta MEP dari Ternate. Dia adalah dosen dnan seorang penulis muda yang sangat produktif. Tidak kurang dari 30-an buku telah diterbitkan di usianya yang masih 30-an, thirty on thirty. dalam setiap kesempatan, menulis adalah bagian yang tak terpisahkan. Dia menginspirasi saya untuk menulis, membuat karya yang akan kita wariskan  kepada anak cucu kita. Hmmmm.... I'm start writing now...

Dari orang-orang hebat ini saya belajar bahwa:

Kita bisa menjadi hebat di usia muda
Kita bisa menjadi hebat dengan karya
Kita juga bisa hebat dengan melakukan pengabdian
Kita bisa hebat dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat
Kita SEMUA bisa menjadi hebat

Semoga bisa menginpirasi

Siti Rohmanatin Fitriani,
Canberra, 22 Maret 2015

Islamic Council of Victoria: Melayani umat sampai penjara

Maret 30, 2015 0 Comments

Pada tanggal 20 MaretMaret 2015, saya dan teman-teman peserta Moslem Exchange Program (MEP 2015) berkesempatan berkunjung dan berbincang-bincang dengan Islamic Council of Victoria (ICV). Kita disambut hangat oleh Nail Aykan, manager ICV.

Dalam perbincangan ini, Nail mengungkapkan bahwa umat Islam di Melbourne sangat multicultural. Mereka berasal dari berbagai latar belakang suku dan negara beserta segala keunikan budayanya. Inilah yang mendorong  ICV untuk memberikan pelayanan inklusif kepada semua umat Islam di Melbourne hususnya.
Di antara pelayanan yang diberikan adalah mengorganisir sholat Jum’ah di Masjid ICV. Masjid dan kantor ICV berada dalam 1 gedung 3 lantai di Jeffcott Street No 66-68, West Melbourne. Sebagian besar luas bangunan ini digunakan untuk masjid dari lantai 1 sampai 3. Lantai 1 dan 2 untuk jamaah laki-laki. Lantai 3 dihususkan untuk jamaah perempuan. Di masjid ini dilaksanakan sholat jum’ah 2 kali, yaitu pada jam 13:00 dan 14:00 waktu setempat. Alasan dilakukan sholat jum’ah 2 kali ini antara lain adalah untuk mengakomodir berbagai profesi umat Islam yang bervariasi dengan jam kerja bervariasi, juga karena terbatasnya lahan parkir sehingga tidak bisa menampung kendaraan para jamaah sholat jum’ah.
Hal lain yang menark dari pelayaan sholat jumah ICV adalah sholat jum’ah di penjara. Ada 13 penjara d Melbourne, dimana 9% penghuninya bergama Islam. ICV mengorganisir komunitas Islam untuk melayani para narapidana dalam bentuk pelaksanaan sholat Jum’ah di penjara. Kegiatan ini dikoordinir oleh Rahil Khan, Koordinator Imam husus untuk penjara. Selain sholat jum’ah, cara sholat juga diajarkan bagi narapidana muslim yang belum bisa melakukan sholat.
Seringkali kita sebagai umat Islam tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan keagamaan saudara-saudara sesama muslim kita yang berada di rumah tahanan atau penjara, terutama di wilayah-wilayah dimana Islam adalah minoritas. Mungkin kita sudah harus mulai memikirkannya.
Hal lain yang menarik adalah pelayanan konsultasi dan konseling. Konsultasi secara tatap muka dilakukan setiap hari jumat oleh para imam di masjid-masjid. Kebanyakan permasalahnya adalah perceraian. Karena para imam tidak dilatih untuk mengatasi persoalan semacam ini, maka terkadang mereka didampingi oeh pekerja sosial yang juga akan membantu proses pelayanannya.
Mungkin tidak banyak lembaga Islam yang memberikan pelayanan konsultasi dan konseling, terutama masalah perkawinan. Padahal, dari pengalaman, saya melihat berbagai persoalan dihadapi terutama oleh perempuan muslim, baik itu masalah pengasuhan anak, kekerasan, ke-tidak sanggupan untuk menjalani poligami, dll.
Sebagai seorang muslim, mungkin banyak hal yang sudah kita lakukan untuk komunitas muslim di mana kita tinggal. Namun, pelayanan untuk umat Islam yang sering luput dari pandangan, mungkin belum kita lakukan. Pelayanan kepada saudara se-iman yang ada di penjara, pelayanan kepada perempuan yang mengalami kesulitan yang berhubungan dengan posisinya sebagai perempuan yang mungkin tidak bisa diwakili dengan pelayanan yang bisa diberikan secara umum untuk laki-laki dan perempuan, dll.
Semoga hal yang baik bisa diambil manfaatnya.

Semoga ide yang baik bisa membaw kita pada kegiatan nyata untuk sesama.  Amin.Wallahu a’lam bisshowab.

Siti Rohmanatin Fitriani

Minggu, 29 Maret 2015

Game: Islam Inside

Maret 29, 2015 0 Comments

Petergould, adalah salah satu seniman muslim di Australia yang saya temui dalam program muslim exchange Indonesia-Australia 2015. Dia bekerja di bidang design. Dia membuat berbagai desain dimana inspirasinya sebagian besar berdasarkan dari ajaran Islam dan juga dari seni-seni Islam.

Salah satu karyanya yg menarik adalah game yg berisikan ajaran Islam. Anak bisa belajar ajaran Islam melalui game-game yg dia buat. Game-game tersebut antara lain Salam Sister, Kids of the Ummah, dan  Amina's kitchen. Game-game ini tentunya menjadi alternatif bagi permainan anak-anak kita di gadget mereka, seperti Hp dan tablet. Game-game ini bisa dimainkan di hp&tab yang berbasis IOS maupun Android. Kita bisa mendownload game ini di playstore. 

Bermain game di hp&tab bagi generasi muda kita saat ini bisa dikatakan tidak bisa diabaikan dan sulit untuk dihindari. Tapi ada upaya yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir dampak negatif, dan juga mengupayakan dampak positif dari game.

Di game Amina's kitchen misalnya, anak kita bisa bermain cara memasak dan memilih bahan2 makanan yg halal. ini secara tidak sadar akan mengajarkan anak-anak kita tentang makanan yang halal dan haram. Sebagai seorang muslim, saya akan memilih game ini dibandingkan misalnya game Hayday yg isinya tentang beternak, dimana salah satu binatang ternaknya adalah babi.

Hal mendasar yang saya pelajari dari karya-karya Petergould adalah semangat untuk MEWARNAI segala aktifitas, kerja, dan karya kita dengan warna islami. Islami bukan hanya dalam arti simbol, tapi juga dalam arti nilai-nilai ajaran Islam, Islam Inside.

Semoga menginspirasi,

Salam,
Siti Rohmanatin Fitriani

Note: 
Informasi tentang game bisa dilihat di http://aminaskitchenapp.com/

Selasa, 30 September 2014

VELODROM: ANTARA SEPEDA DAN BUKU BEKAS

September 30, 2014 0 Comments

VELODROM, saat mendengar kata itu yang terlintas di kepalaku adalah suatu tempat yang keren dan bersejarah. Kata ini pertama kali kudengar di malang. Saat mencari lokasi wisata buku, seseorang memberi tahu saya, “Di Wilis mbak….. atau di Jl. Bondowoso… atau bisa juga di Velodrom, tapi yang di velodrom itu buku bekas semua mbak….”. Wow…., ada toko-toko buku bekas di bangunan keren…. Kayaknya layak nih untuk dikunjungi.
Setelah searching-searching di google, saya baru tahu, ternyata velodrom itu adalah sebuah arena balap sepeda husus. lengkapnya bisa baca di http://thevelodrome.com/us/. Velodrom Kota malang terletak di Jl. Danau Jonge, daerah Sawojajar.

Berbekal info dari internet dan GPS, sampailah saya di velodrom.  Kios-kios penjual buku berbaris rapi mengelilingi sisi kiri bangunan velodrom. Jalan yang melingkari bangunan velodrom ini ada 2, yaitu jalur lingkar bagian dalam dan bagian luar. Jalur bagian dalam inilah yang ditempati oleh kios-kios penjual buku-buku bekas. Sementara jalur bagian luar velodrom ini digunakan untuk pasar pagi, husus untuk hari minggu saja. Sayangnya saya tidak ke velodrom pada hari minggu.

Kios-kios buku ini berjajar rapi, menawarkan berbagai macam bacaan, mulai dari komik, novel, majalah, buku-buku pelajaran, kamus, dan buku-buku lainnya.
 Harganya bervariasi, mulai dari Rp. 3.000. Murah banget kan……????? Mulailah saya hunting buku-buku yang saya butuhkan. Dari satu kios ke kios yang lain. This is it...!!!. Saya dapat buku-buku ini. Dan harganya…? Lovely. Lima buku ini, saya beli dengan harga Rp. 50.000.
Padahal kalau saya beli buku ini di toko buku baru, 1 buku saja harganya sudah puluhan ribu. Kebetulan hari sebelumnya saya sudah ngintip-ngintip buku di Gramedia dan Toga Mas…. Hehehe

Senang…? Pasti.
Puas…? Iya dong….
Walaupun bukunya bekas, kondisi masih terawat. Bahkan sebagian buku-bukunya juga dibungkus plastik. Nggak kalah sama yang baru. Buku-bukunya juga nggak semua buku lama lho… Banyak juga buku-buku baru. Bahkan, saat saya membaca di salah satu kios, ada pembeli yang mencari buku pelajaran kurikulum 2013. Dan si pemilik kios punya bukunya.
Menariknya lagi, di kios-kios ini kita bisa sambil ngobrol-ngobrol dengan penjual yang ramah-ramah. Walaupun kita nggak beli, hanya baca-baca aja, mereka tetap memberikan senyum manisnya dan tetap bicara dengan ramah dengan kita.

So, kalau Anda ke Malang, sempatkanlah mampir di Velodrom kota malang.
Di Indonesia, kalau tidak salah, hanya ada 2 velodrom. Satu di Malang, yang satu lagi di Jakarta. Selamat belanja dan merasakan sensasi jalan-jalan yang berbeda di Velodrom, tempat bertemunya sepeda dan buku bekas :)

Siti Rohmanatin Fitriani
Malang, 30 September 2014

Selasa, 05 Juni 2012