Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2018

Wandana Mosque / Masjid Abi Bakar Asshiddiq

Agustus 17, 2018 0 Comments

Masjid Wandama adalah salah satu masjid di Adelaide Region. Nama lain dari masjid ini adalah Masjid Abi Bakar Asshiddiq. Masjid ini terletak di 52 Wandana Avenue. Bagian luar Masjid ini bernuansa biru. Dua menara menghiasi bagian kanan dan kiri bangunan masjid.
Plafond masjid yang cantik

Bagian dalam masjid bernuansa plain dengan ceiling dusty pink yang indah berhiaskan lampu.

Masjid ini terbilang cukup besar. Dan tentu saja jauh lebih besar dibandingkan Adelaide Mosque yang berlokasi di tengah kota. (Klik link ini untuk membaca tentang Masjid Adelaide http://sitifitriani.blogspot.com/2018/07/masjid-adelaide-oldest-mosque-in.html?m=1). Bagian dalam masjid bisa menampung lebih dari 400 jamaah. Tidak heran jika sholat jumah tidak sampai harus ke area luar masjid.

Parkir di halaman masjid
Soal parking, masjid ini juga memiliki area parkir yang cukup luas. Bisa menampung sekitar 60 mobil. Saat sholat jumat, mobil2 yang tidak kebagian parkir di halaman masjid, bisa parkir di pinggir jalan raya. Kalau kita datang sekitar jam 13.00 insyaAllah masih banyak tempat parkir di halaman masjid.

Selain tempat parkir, halaman belakang masjid juga digunakan untuk tempat kegiatan multi fungsi. Seperti buka puasa dll.

Adzan pertama untuk sholat jum'at di Masjid Wandana dilakukan jam 13.00. Khutbah dimulai jam 13.30. Sholat jumat sendiri dilakukan jam 14.00

Tempat sholat perempuan
Tempat sholat untuk jamaah perempuan ada di shaf bagian belakang. Tempat sholat perempuan berada 1 ruangan dg trmpat sholat jamaah laki2. Hanya dipisahkan oleh penghalang semcam dinding non permanen yg bisa dipindah-pindah.

Jalan ke tempat sholat perempuan
Saat sholat jumat, jamaah perempuan masuk melalui pintu sebelah kiri masjid, karena pintu utama penuh dengan jamaah laki2.
Oya.. di dalam masjid nggak boleh makan dna minum ya.. 😁
Okey.. kalau ke Adelaide, jangan lupa mampir ke Masjid Wandana ya...


Adelaide, 17 Agustus 2018

Minggu, 29 Juli 2018

Gamis Elegan nan Nyaman

Juli 29, 2018 0 Comments
Pernah gak sih, beli baju online trus pas sampai bajunya tak seindah gambarnya... 😂😂

Aku pernah.. bahkan untuk ukuranku yg semungil ini baju yg kubeli itu tidak muat, ngirit banget kali ya ukurannya biar kainnya irit.. hehehe..

Tapi baju yang saya pakai kali ini beda banget dong... secara.. ini yang produksi sudah pengalaman malang melintang di dunia pergamisan baik offline maupun online.

Kainnya enteng, tapi gak nerawang. Jahitannya rapi. Jadi nyaman banget dibawa jalan2. Hiking pun jadi kayaknya... saya bawa ke Urimbirra Wildlife Park buat maen sama Kangguru dan Koala di semak2 aja ok kok... hehhee

Plus ukurannya utk orang mungil seperti saya pun ada. Pas tanpa harus bawa ke tukang jahit lagi untuk dipotong karena kepanjangan... hehehe

Jilbabnya juga lebar. Kalau istilah anak jaman now, jilbab syar'i gitu lho...
Buat saya, ini nyaman buat nyusuin baby. Buat penutup menyusui, aman deh 😁
Untuk model yg ini, yang aq suka adalah jilbabnya yg tanpa pad, tapi ada jahitan dobelnya yang bikin jilbab pas di muka, and nggak mereng kanan kiri.

Detail di bagian lengan juga cantik.. flowery gitu. Berbunga2. Bikin ada rasa mewahnya.. 😁
Jadi pas banget kl mau dipakai utk acara yang agak resmi. Pantes juga lah dibawa ke walimahnya teman atau saudara.

Mau tau model2 gamis Mada yang lain..? atau mau pesen gamis yg model ini? Bisa langsung kontak dg desainer sekaligus owner nya yang cantik, baik hati, dan solihah ya... mbak Mada Eliyana
Di https://m.facebook.com/eliyana.mada?tsid=0.8685559304991157&source=result

Adelaide, 30 Juli 2018

Minggu, 22 Juli 2018

Masjid Adelaide (The oldest Mosque in Australia)

Juli 22, 2018 0 Comments

Saat dapat kesempatan mengikuti Australia-Indonesia MEP (muslim exchange Program) tahun 2015, saya baru tahu bahwa berbagai komunitas menjadi bagian dr proses panjang sejarah peradaban Islam di Australia, salah satunya adalah komunitas Makasar yang sdh menginjakkan kaki dg berlayar ke Australia.

Komunitas lain yang memiliki pengaruh besar bagi Islam di Australia adalah mereka yang kemudian dikenal dg sebutan Cameleers, alias para penunggang unta. Mereka menjelajah Australia, berdagang, dan juga meninggalkan jejak peradaban berupa bangunan-bangunan masjid.

Salah satu bangunan bersejarah bagi Islam di Australia adalah Masjid Adelaide. Masjid ini merupakan bangunan masjid permanen pertama di Australia. Masjid Adelaide ini awalnya dikenal dengan "Afghan Chapel". Hal ini tidak lain karena kontribusi para imigran Afghanistan dalam pembangunan masjid ini.

Masjid ini terletak di 28/20 Little Gilbert St, Adelaide, South Australia. Dibangun pada tahun 1888-1889 oleh para imigran dari Afganistan dan para penunggang Unta dari India Utara. 4 menara uniknya yang dibangun pada tahun 1903 membuat masjid ini bisa terlihat dari kejauhan.

Bangunan utama masjid ini tidak terlalu besar, sekitar 11m x 7 meter. Di sebelahnya terdapat pelataran yang luasnya hampir sama dengan luas
bangunan utama masjid. Teras masjid juga memiliki luas yang hampir serupa. Pada saat sholat Jumat, pelataran dan teras ini diberi karpet utk menampung para jemaah.


 Jamaah perempuan berada di bangunan yg agak terpisah dari bangunan utama masjid. Berada di ruangan sekitar 7 m x 7 m persegi, ruang sholat perempuan ini bisa menampung sekitar 30-35 orang jamaah. Di ruang sholat perempuan ini terdapat almari yang dipenuhi dengan alquran, buku agama, juga buku-buku umum seperti kamus dan buku untuk anak2.

Sholat jumat dilaksanakan sekitar jam 01.30 pm (padahal saya sudah stand by dari jam 12.00 karena jadwal waktu sholat dhuhur sekitar jam 12.15 😂). Masjid, pelataran, teras, dan ruang sholat wanita dipenuhi oleh jamaah yang berjumlah sekitar 100 an lebih. H
Khutbah disampaikan dalam bahasa Inggris.

 Sebagaimana masjid-masjid lain, Masjid ini juga dilengkapi tempat wudhu dan toilet yang terpisah ruangan antara laki-laki dan perempuan. Tempat wudhu dan toiletnya sangat bersih dan nyaman.

Dilihat dari segi aksesibilitas, masjid ini bisa dikatakan cukup sensitif terhadp kebutuhan jamaahnya. Masjid ini dengan  muda bisa diakses oleh mereka yang menggunakan kursi roda. Ada lantai datar di samping tangga utk menanjak naik ke bangunan masjid.
Di area tempat wudhu perempuan, terdapat meja tempat mengganti popok bayi yang memudahkan bagi mereka yang membawa bayi dan anak2.

Siti Rohmanatin Fitriani
Adelaide, 22 Juli 2018

Minggu, 15 Juli 2018

Makanan Halal di Adelaide

Juli 15, 2018 1 Comments
Nyari makanan halal
Kata siapa di luar negeri susah nyari makanan halal?
Nggak susah kok, tapi ada tantangannya. 😂
Ini dia tipsnya menghadapi tantangan makan makanan halal di negeri orang, terutama di Adelaide ya.. (karena kebetulan saya tinggalnya di sini).

Tips pertama
Yang paling jelas adalah masak sendiri.
Nah.. ini yang paling aman. karena kita tahu semua ingredientnya. Tapi hati-hati juga ya. karena gak semua daging-dagingan yang dijual di butcher (tukang jual daging) itu halal.
Jadi, carilah butcher yang ada tulisan "Halal". Nah... salah satunya adalah Day2Day butcher. disitu tertulis jelas, di pampang di depan tokonya tulisan halal.
Atau.. bisa juga di supermarket umum seperti Coles. tapi yang di bagian halal ya.. Biasanya ada tempat hususnya.
Kalau nggak nemu juga. Maka masaklah seafood dan sayur saja. Pakai makanan olahan husus vegetarian juga bisa. Misalnya sosis yang dibuat dari sayuran. Ada lho.. Rasanya mirip sosis daging. Bentuknya sama persis kayak sosis ayam atau sapi.
Bakwan home made

Kalau gak sempat masak gimana? maka beralihlah ke tips selanjutnya.

Tips yang kedua
Makanlah di  warung makan halal. Ada beberapa warung makan yang ada tulisan Halal. Ada juga yang tidak ada tulisannya, tapi dia menjual makanan halal. beberapa yang bisa kamu temui di Adelaide diantaranya adalah:
  1. Pondok Daun. Rumah makan ini terletak di 94 Currie St. Masakan Indonesia bisa kamu dapat di sini. 
  2. Tangritah Uyghur. Rumah Makan ini terletak di 112 Grote St. Disini kamu bisa makan sate kambing dengan potongan super besar. 3 tusuk aja tanpa nasi sudah  kenyang deh...
  3. Nih.. ada juga website ttg makanan halal di Adelaide. Tinggal pilih mau menu apa. Ada deh pokoknya... http://www.halalsquare.com.au/adelaide/default.aspx
Tips yang ketiga 
Kalau kamu sudah laper banget. jauh dari warung makan halal. Maka, cobalah memilih menu2 yang diperuntukkan untuk para vegetarian. Atau menu seafood. Walaupun ini tidak menutup kemungkinan ada ingredient non Halalnya, minimal ini mengurangi kemungkinannya lah ya. Kalau kurang yakin, tanya sama penjualnya sebelum pesan makanannya. 
Kalau makanannya bentuknya tinggal lep. Alias sudah dibungkus, jangan lupa baca ingredients nya. ini makanan terbuat dari apa aja sih.
Maaf, buntilnya sudah dimakan baru difoto😁
Seperti menu makanan siap santap yang dijual di Bakulan (minimarket Indonesia yang paling terkenal se-Adelaide). Ini bukan hanya ingredientnya saja yang keren, tapi makanannya juga mengingatkan kita akan rumah di Indonesia. Masaskan Tradisional Indonesia lho... dan Saya suka buntil......😃 (lihat gambar ya...)


Okey.. selamat makan... 😋

Adelaide, 15 Juli 2018

Selasa, 30 September 2014

VELODROM: ANTARA SEPEDA DAN BUKU BEKAS

September 30, 2014 0 Comments

VELODROM, saat mendengar kata itu yang terlintas di kepalaku adalah suatu tempat yang keren dan bersejarah. Kata ini pertama kali kudengar di malang. Saat mencari lokasi wisata buku, seseorang memberi tahu saya, “Di Wilis mbak….. atau di Jl. Bondowoso… atau bisa juga di Velodrom, tapi yang di velodrom itu buku bekas semua mbak….”. Wow…., ada toko-toko buku bekas di bangunan keren…. Kayaknya layak nih untuk dikunjungi.
Setelah searching-searching di google, saya baru tahu, ternyata velodrom itu adalah sebuah arena balap sepeda husus. lengkapnya bisa baca di http://thevelodrome.com/us/. Velodrom Kota malang terletak di Jl. Danau Jonge, daerah Sawojajar.

Berbekal info dari internet dan GPS, sampailah saya di velodrom.  Kios-kios penjual buku berbaris rapi mengelilingi sisi kiri bangunan velodrom. Jalan yang melingkari bangunan velodrom ini ada 2, yaitu jalur lingkar bagian dalam dan bagian luar. Jalur bagian dalam inilah yang ditempati oleh kios-kios penjual buku-buku bekas. Sementara jalur bagian luar velodrom ini digunakan untuk pasar pagi, husus untuk hari minggu saja. Sayangnya saya tidak ke velodrom pada hari minggu.

Kios-kios buku ini berjajar rapi, menawarkan berbagai macam bacaan, mulai dari komik, novel, majalah, buku-buku pelajaran, kamus, dan buku-buku lainnya.
 Harganya bervariasi, mulai dari Rp. 3.000. Murah banget kan……????? Mulailah saya hunting buku-buku yang saya butuhkan. Dari satu kios ke kios yang lain. This is it...!!!. Saya dapat buku-buku ini. Dan harganya…? Lovely. Lima buku ini, saya beli dengan harga Rp. 50.000.
Padahal kalau saya beli buku ini di toko buku baru, 1 buku saja harganya sudah puluhan ribu. Kebetulan hari sebelumnya saya sudah ngintip-ngintip buku di Gramedia dan Toga Mas…. Hehehe

Senang…? Pasti.
Puas…? Iya dong….
Walaupun bukunya bekas, kondisi masih terawat. Bahkan sebagian buku-bukunya juga dibungkus plastik. Nggak kalah sama yang baru. Buku-bukunya juga nggak semua buku lama lho… Banyak juga buku-buku baru. Bahkan, saat saya membaca di salah satu kios, ada pembeli yang mencari buku pelajaran kurikulum 2013. Dan si pemilik kios punya bukunya.
Menariknya lagi, di kios-kios ini kita bisa sambil ngobrol-ngobrol dengan penjual yang ramah-ramah. Walaupun kita nggak beli, hanya baca-baca aja, mereka tetap memberikan senyum manisnya dan tetap bicara dengan ramah dengan kita.

So, kalau Anda ke Malang, sempatkanlah mampir di Velodrom kota malang.
Di Indonesia, kalau tidak salah, hanya ada 2 velodrom. Satu di Malang, yang satu lagi di Jakarta. Selamat belanja dan merasakan sensasi jalan-jalan yang berbeda di Velodrom, tempat bertemunya sepeda dan buku bekas :)

Siti Rohmanatin Fitriani
Malang, 30 September 2014