SISI LAIN DARI KEHAMILAN TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan,
bagi banyak orang adalah kebahagiaan. Namun ada sisi-sisi lain dari kehamilan
yang seringkali tidak dianggap sebagai sesuatu penting untuk mendapat
perhatian. Banyak ketidaknyamanan yang dialami oleh seorang calon ibu pada saat
menjalani kehamilan. Inilah yang ingin saya bagi dalam tulisan ini. Pengalaman
berbagai ketidaknyamanan yang saya alami selama kehamilan anak ke-3. Tulisan
ini bukan bermaksud untuk mengeluh, tapi sebagai pengingat bagi kita semua (terutama
saya sendiri) tentang perjuangan seorang perempuan dalam proses pra-kelahiran
seorang manusia di dunia ini. Semoga tulisan ini mengingatkan kita untuk selalu
berbakti kepada orang tua dan dan tidak melupakan kontribusinya dalam kehidupan
kita semua.
Di
awal kehamilan saya, saya tidak menyadari bahwa saya sedang hamil. Hanya saja
saya merasakan badan saya cepat capek dan
merasa tidak bertenaga. Karena banyak pekerjaan yang harus saya lakukan, saya
berusaha menepis rasa tersebut. Saya adalah orang yang percaya bahwa “emotion
created by motion”. Emosi itu dipengaruhi oleh gerak/aktifitas. Artinya, kalau
saya beraktifitas, rasa malas dan lelah itu akan hilang dengan sendirinya.
Hal
ini berlangsung sampai 3 minggu kehamilan saya. Memasuki minggu ke-4. Saya merasa
capek, tapi ketika saya tidurkan, mata saya tidak bisa terpejam. Dalam hati
saya berkata, kenapa saya tidak bisa tidur padahal saya merasa capek. Saya mulai
merasa aneh. Karena saya adalah tipe orang yang kalau sudah ketemu bantal,
tidak ada ceritanya tidak bisa tidur, hehehe. Selain itu, ketika saya lapar,
tiba-tiba badan rasanya gemetar jika tidak segera makan. Ahirnya, saya merasa
ada sesuatu yang tidak biasa alam tubuh saya. Untuk meyakinkan firasat
tersebut, saya ahirnya ke apotik untuk membeli test pack (alat tes kehamilan). Taraaa….
This is it. Positif. Ada embrio di rahim saya. Ahirnya terjawab sudah kenapa
stamina saya tiba-tiba seperti drop padahal saya tidak sedang sakit.
Pengalaman
hamil ke anak sebelumnya yang membuat saya sampai harus diopname karena makanan
tidak bisa masuk terbayang seketika. Suami saya bilang, “Siapa tau kehamilan
kali ini tidak seperti itu. Dihilangkan saja pikiran dan perasaan seperti itu. Pakai
aktifitas. Siapa tau akifitas fisik bisa menghilangkan berbagai kehawatiran dan
perasaan negative itu”.
OK.
Siap dicoba. Saya mencoba melakukan self-motivation. Saya mengatakan kepada
diri saya, “everything is OK, everything is OK”. Hari itu, di minggu ke-4 kehamilan
saya, dengan penuh semangat dan keyakinan, saya memfasilitasi terapi fisik bagi
sekitar 150 orang lansia di Kota Jayapura (https://www.youtube.com/watch?v=Mefzli2maJU&t=25s). Saat puglang dari kegiatan tersebut,
saya harus naik turun tangga untuk mencapai parkiran. Disitulah saya merasa
motivasi dan sugesti psikologis saja tidak cukup. Karena kelelahan fisik saya
tidak bisa dibohongi. Saya tidak bisa menaiki tangga menuju parkiran. Di tengah
anak-anak tangga itu, saya ahirnya menyerah. Duduk sambil tetap berusaha
mengatakan bahwa saya kuat. Saya berhenti di anak-anak tangga untuk
mengumpulkan tenaga, melanjutkan hingga anak tangga terahir. Finally, I did it.
Mau bagaimana lagi. Mau nggak mau saya harus sampai di tangga itu, berapapun lamanya
saya harus duduk beristirahat untuk mengumpulkan tenaga. Kepepet soalnya, gk
ada yang dimintain nggendong… hehehe
Keesokan
harinya, saya merasa badan saya lemas sekali. Rasanya saya tidak sanggup bangun
dari tempat tidur. Saya bangun hanya untuk sholat. Seharian itu saya tidak
beranjak dari tempat tidur. Yang saya pikirkan hanya 1, anak-anak saya makan
apa kl saya nggak bangun… hiks. Untung saya punya suami yang baik, hehehe. Yang
bisa menggantikan tugas-tugas domestik di rumah walaupun tidak maksimal.
Drama
tidak bisa bangun dari tempat tidur ini masih berlanjut. Sampai 3 hari. Harus ke
dokter/bidan nih, pikir saya. Tidak bisa terus-terusan begini. Saat periksa, di
layar USG sudah terlihat kantong embrionya. Ahhhh…. Bahagianya hati ini. Betul memang
kata penelitian yang mengatakan bahwa melihat janin kita di USG bisa menambah
kebahagiaan dan semangat ibu hamil. Ini saya ingat-ingat saat saya merasa capek
dengan ketidak nyamanan yang tak kunjung pergi saat hamil ini.
Mulailah
segala upaya dilakukan untuk mendorong kualitas fisik saya yang sedang hamil. Bangun
tidur, langsung minum susu. Sebelum tidur, minum vitamin. Alhamdulillah, saya
sudah mulai bisa bangun dari tempat tidur. Sesekali duduk-duduk sambil nonton
TV.
Masuk
minggu ke 5, tantangan lain mulai datang. Saya mual…. Mual… dan mual…. Pernah
dengar morning sickness kan…? Morning sickness secara sederhana bisa diartikan
ibu hamil mengalami dan merasa seperti orang sakit pada saat pagi hari. Lemas,
mual, muntah, dll. Biasanya setelah pagi mulai pergi, sickness nya juga mulai
pergi. Sehat lagi lah si ibu hamil.
Saya
tidak mengalami morning sickness, tapi all day sickness. Mual dan muntah
sepanjang hari. Hingga malam hari pun saya masih merasakannya. Ah… mungkin ini
yang dikatakan Allah dalam surat Lukman ayat 14 dengan wahnan ‘ala wahnin (lemah yang bertambah-tambah). Tidak semua orang
bisa menghayati dan merasakan betul makna ayat ini. Ibu yang hamil insyaAllah
bisa merasakannya. Betapa memang beratnya menjalani kehamilan ini, mengantarkan
mahluk-mahluk tuhan berproses menuju dunia ini.
All
day sickness ini membuat saya hampir tidak pernah keluar rumah. Dari minggu 5
hingga minggu 8 kehamilan. Walaupun begitu, saya tetap berusaha makan. Persoalan
makanan keluar lagi, itu kita atur nanti saja. Yang oenting makanan masuk dulu…
hehe AKtiftas fisik hampir tidak ada yang saya lakukan. Mandi pun jarang-jarang.
Badan rasanya seperti orang demam. Nyentuh air rasa kedinginan, padahal suhu
badan rasanya hangat.
Masuk
minggu 9, rasa mual dan muntahnya sudah
mulai hilang. Datanglah rasa kantuk yang luar biasa. Malam sudah tidur sepanjang
malam pun, rasanya tetap saja seperti orang yang kurang tidur. Tapi sy
bersyukur, ini jauh lebih baik daripada mual dan muntah. Dinikmati saja sambil
tidur, hehehe..
Masuk
minggu 10, perut sudah mulai membesar. Rasa pingin buang air kecil sudah mulai
sering datang. Baju-baju rasanya mulai terasa tidak nyaman untuk dipakai. Rasanya
seperti menekan di badan. Mulai butuh baju-baju yang longgar. Makan sudah mulai
bia masuk tanpa muntah lagi, walaupu rasanya di lidah ini masih seperti ada
rasa pahitnya. Tapi tidak apa-apa, emrbio yang sudah mulai berbentuk menjadi janin
di rahim ini butuh asupan gizi yang cukup. Makan saja. Tidak usah dirasakan di
lidah.
Saat
ini, kehamilan saya sudah masuk minggu ke 12. Detak jantung janin juga sudah
mulai bisa dirasakan. Aktifitas fisik sudah mulai bisa saya lakukan. Tapi tidak
bisa all day. Kl pagi aktifitas, siang harus istrhat. Sore aktifitas lagi,
malam haus tidur lebih awal. Jika saya paksakan untuk aktifitas yang penuh
seharian, biasanya keesokan harinya saya tidak akan bisa bangun dari tempat
tidur.
Semoga
tulisan ini menyemangati perempuan-perempuan lain yang sedang hamil, dan juga mengingatkan
para suami untuk lebih memperhatikan istrinya saat hamil.
Sampai
ketemu lagi di bagian 2 dari tulisan ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar