Rabu, 23 Agustus 2017

SISI LAIN DARI KEHAMILAN TRIMESTER PERTAMA


*Siti Rohmanatin Fitriani

Kehamilan, bagi banyak orang adalah kebahagiaan. Namun ada sisi-sisi lain dari kehamilan yang seringkali tidak dianggap sebagai sesuatu penting untuk mendapat perhatian. Banyak ketidaknyamanan yang dialami oleh seorang calon ibu pada saat menjalani kehamilan. Inilah yang ingin saya bagi dalam tulisan ini. Pengalaman berbagai ketidaknyamanan yang saya alami selama kehamilan anak ke-3. Tulisan ini bukan bermaksud untuk mengeluh, tapi sebagai pengingat bagi kita semua (terutama saya sendiri) tentang perjuangan seorang perempuan dalam proses pra-kelahiran seorang manusia di dunia ini. Semoga tulisan ini mengingatkan kita untuk selalu berbakti kepada orang tua dan dan tidak melupakan kontribusinya dalam kehidupan kita semua.
Di awal kehamilan saya, saya tidak menyadari bahwa saya sedang hamil. Hanya saja saya merasakan badan saya cepat capek  dan merasa tidak bertenaga. Karena banyak pekerjaan yang harus saya lakukan, saya berusaha menepis rasa tersebut. Saya adalah orang yang percaya bahwa “emotion created by motion”. Emosi itu dipengaruhi oleh gerak/aktifitas. Artinya, kalau saya beraktifitas, rasa malas dan lelah itu akan hilang dengan sendirinya.
Hal ini berlangsung sampai 3 minggu kehamilan saya. Memasuki minggu ke-4. Saya merasa capek, tapi ketika saya tidurkan, mata saya tidak bisa terpejam. Dalam hati saya berkata, kenapa saya tidak bisa tidur padahal saya merasa capek. Saya mulai merasa aneh. Karena saya adalah tipe orang yang kalau sudah ketemu bantal, tidak ada ceritanya tidak bisa tidur, hehehe. Selain itu, ketika saya lapar, tiba-tiba badan rasanya gemetar jika tidak segera makan. Ahirnya, saya merasa ada sesuatu yang tidak biasa alam tubuh saya. Untuk meyakinkan firasat tersebut, saya ahirnya ke apotik untuk membeli test pack (alat tes kehamilan). Taraaa…. This is it. Positif. Ada embrio di rahim saya. Ahirnya terjawab sudah kenapa stamina saya tiba-tiba seperti drop padahal saya tidak sedang sakit.

Pengalaman hamil ke anak sebelumnya yang membuat saya sampai harus diopname karena makanan tidak bisa masuk terbayang seketika. Suami saya bilang, “Siapa tau kehamilan kali ini tidak seperti itu. Dihilangkan saja pikiran dan perasaan seperti itu. Pakai aktifitas. Siapa tau akifitas fisik bisa menghilangkan berbagai kehawatiran dan perasaan negative itu”.
OK. Siap dicoba. Saya mencoba melakukan self-motivation. Saya mengatakan kepada diri saya, “everything is OK, everything is OK”. Hari itu, di minggu ke-4 kehamilan saya, dengan penuh semangat dan keyakinan, saya memfasilitasi terapi fisik bagi sekitar 150 orang lansia di Kota Jayapura (https://www.youtube.com/watch?v=Mefzli2maJU&t=25s). Saat puglang dari kegiatan tersebut, saya harus naik turun tangga untuk mencapai parkiran. Disitulah saya merasa motivasi dan sugesti psikologis saja tidak cukup. Karena kelelahan fisik saya tidak bisa dibohongi. Saya tidak bisa menaiki tangga menuju parkiran. Di tengah anak-anak tangga itu, saya ahirnya menyerah. Duduk sambil tetap berusaha mengatakan bahwa saya kuat. Saya berhenti di anak-anak tangga untuk mengumpulkan tenaga, melanjutkan hingga anak tangga terahir. Finally, I did it. Mau bagaimana lagi. Mau nggak mau saya harus sampai di tangga itu, berapapun lamanya saya harus duduk beristirahat untuk mengumpulkan tenaga. Kepepet soalnya, gk ada yang dimintain nggendong… hehehe

Keesokan harinya, saya merasa badan saya lemas sekali. Rasanya saya tidak sanggup bangun dari tempat tidur. Saya bangun hanya untuk sholat. Seharian itu saya tidak beranjak dari tempat tidur. Yang saya pikirkan hanya 1, anak-anak saya makan apa kl saya nggak bangun… hiks. Untung saya punya suami yang baik, hehehe. Yang bisa menggantikan tugas-tugas domestik di rumah walaupun tidak maksimal.
Drama tidak bisa bangun dari tempat tidur ini masih berlanjut. Sampai 3 hari. Harus ke dokter/bidan nih, pikir saya. Tidak bisa terus-terusan begini. Saat periksa, di layar USG sudah terlihat kantong embrionya. Ahhhh…. Bahagianya hati ini. Betul memang kata penelitian yang mengatakan bahwa melihat janin kita di USG bisa menambah kebahagiaan dan semangat ibu hamil. Ini saya ingat-ingat saat saya merasa capek dengan ketidak nyamanan yang tak kunjung pergi saat hamil ini.
Mulailah segala upaya dilakukan untuk mendorong kualitas fisik saya yang sedang hamil. Bangun tidur, langsung minum susu. Sebelum tidur, minum vitamin. Alhamdulillah, saya sudah mulai bisa bangun dari tempat tidur. Sesekali duduk-duduk sambil nonton TV.
Masuk minggu ke 5, tantangan lain mulai datang. Saya mual…. Mual… dan mual…. Pernah dengar morning sickness kan…? Morning sickness secara sederhana bisa diartikan ibu hamil mengalami dan merasa seperti orang sakit pada saat pagi hari. Lemas, mual, muntah, dll. Biasanya setelah pagi mulai pergi, sickness nya juga mulai pergi. Sehat lagi lah si ibu hamil.
Saya tidak mengalami morning sickness, tapi all day sickness. Mual dan muntah sepanjang hari. Hingga malam hari pun saya masih merasakannya. Ah… mungkin ini yang dikatakan Allah dalam surat Lukman ayat 14 dengan wahnan ‘ala wahnin (lemah yang bertambah-tambah). Tidak semua orang bisa menghayati dan merasakan betul makna ayat ini. Ibu yang hamil insyaAllah bisa merasakannya. Betapa memang beratnya menjalani kehamilan ini, mengantarkan mahluk-mahluk tuhan berproses menuju dunia ini.
All day sickness ini membuat saya hampir tidak pernah keluar rumah. Dari minggu 5 hingga minggu 8 kehamilan. Walaupun begitu, saya tetap berusaha makan. Persoalan makanan keluar lagi, itu kita atur nanti saja. Yang oenting makanan masuk dulu… hehe AKtiftas fisik hampir tidak ada yang saya lakukan. Mandi pun jarang-jarang. Badan rasanya seperti orang demam. Nyentuh air rasa kedinginan, padahal suhu badan rasanya hangat.
Masuk minggu  9, rasa mual dan muntahnya sudah mulai hilang. Datanglah rasa kantuk yang luar biasa. Malam sudah tidur sepanjang malam pun, rasanya tetap saja seperti orang yang kurang tidur. Tapi sy bersyukur, ini jauh lebih baik daripada mual dan muntah. Dinikmati saja sambil tidur, hehehe..
Masuk minggu 10, perut sudah mulai membesar. Rasa pingin buang air kecil sudah mulai sering datang. Baju-baju rasanya mulai terasa tidak nyaman untuk dipakai. Rasanya seperti menekan di badan. Mulai butuh baju-baju yang longgar. Makan sudah mulai bia masuk tanpa muntah lagi, walaupu rasanya di lidah ini masih seperti ada rasa pahitnya. Tapi tidak apa-apa, emrbio yang sudah mulai berbentuk menjadi janin di rahim ini butuh asupan gizi yang cukup. Makan saja. Tidak usah dirasakan di lidah.
Saat ini, kehamilan saya sudah masuk minggu ke 12. Detak jantung janin juga sudah mulai bisa dirasakan. Aktifitas fisik sudah mulai bisa saya lakukan. Tapi tidak bisa all day. Kl pagi aktifitas, siang harus istrhat. Sore aktifitas lagi, malam haus tidur lebih awal. Jika saya paksakan untuk aktifitas yang penuh seharian, biasanya keesokan harinya saya tidak akan bisa bangun dari tempat tidur.
Semoga tulisan ini menyemangati perempuan-perempuan lain yang sedang hamil, dan juga mengingatkan para suami untuk lebih memperhatikan istrinya saat hamil.

Sampai ketemu lagi di bagian 2 dari tulisan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar