Minggu, 15 Juli 2018

Makanan Halal di Adelaide

Juli 15, 2018 1 Comments
Nyari makanan halal
Kata siapa di luar negeri susah nyari makanan halal?
Nggak susah kok, tapi ada tantangannya. 😂
Ini dia tipsnya menghadapi tantangan makan makanan halal di negeri orang, terutama di Adelaide ya.. (karena kebetulan saya tinggalnya di sini).

Tips pertama
Yang paling jelas adalah masak sendiri.
Nah.. ini yang paling aman. karena kita tahu semua ingredientnya. Tapi hati-hati juga ya. karena gak semua daging-dagingan yang dijual di butcher (tukang jual daging) itu halal.
Jadi, carilah butcher yang ada tulisan "Halal". Nah... salah satunya adalah Day2Day butcher. disitu tertulis jelas, di pampang di depan tokonya tulisan halal.
Atau.. bisa juga di supermarket umum seperti Coles. tapi yang di bagian halal ya.. Biasanya ada tempat hususnya.
Kalau nggak nemu juga. Maka masaklah seafood dan sayur saja. Pakai makanan olahan husus vegetarian juga bisa. Misalnya sosis yang dibuat dari sayuran. Ada lho.. Rasanya mirip sosis daging. Bentuknya sama persis kayak sosis ayam atau sapi.
Bakwan home made

Kalau gak sempat masak gimana? maka beralihlah ke tips selanjutnya.

Tips yang kedua
Makanlah di  warung makan halal. Ada beberapa warung makan yang ada tulisan Halal. Ada juga yang tidak ada tulisannya, tapi dia menjual makanan halal. beberapa yang bisa kamu temui di Adelaide diantaranya adalah:
  1. Pondok Daun. Rumah makan ini terletak di 94 Currie St. Masakan Indonesia bisa kamu dapat di sini. 
  2. Tangritah Uyghur. Rumah Makan ini terletak di 112 Grote St. Disini kamu bisa makan sate kambing dengan potongan super besar. 3 tusuk aja tanpa nasi sudah  kenyang deh...
  3. Nih.. ada juga website ttg makanan halal di Adelaide. Tinggal pilih mau menu apa. Ada deh pokoknya... http://www.halalsquare.com.au/adelaide/default.aspx
Tips yang ketiga 
Kalau kamu sudah laper banget. jauh dari warung makan halal. Maka, cobalah memilih menu2 yang diperuntukkan untuk para vegetarian. Atau menu seafood. Walaupun ini tidak menutup kemungkinan ada ingredient non Halalnya, minimal ini mengurangi kemungkinannya lah ya. Kalau kurang yakin, tanya sama penjualnya sebelum pesan makanannya. 
Kalau makanannya bentuknya tinggal lep. Alias sudah dibungkus, jangan lupa baca ingredients nya. ini makanan terbuat dari apa aja sih.
Maaf, buntilnya sudah dimakan baru difoto😁
Seperti menu makanan siap santap yang dijual di Bakulan (minimarket Indonesia yang paling terkenal se-Adelaide). Ini bukan hanya ingredientnya saja yang keren, tapi makanannya juga mengingatkan kita akan rumah di Indonesia. Masaskan Tradisional Indonesia lho... dan Saya suka buntil......😃 (lihat gambar ya...)


Okey.. selamat makan... 😋

Adelaide, 15 Juli 2018

Sabtu, 14 Juli 2018

ONLY THE TWO OF US in ADELAIDE

Juli 14, 2018 2 Comments
Gak terasa sdh hampir 2 minggu di Adelaide. Berdua aja, sama baby Ibrahim. Ada yg request foto2 (hehehhehe.. siapa hayo...?), tapi belum sempat menjelajah tempat2 indah di sini. Tapi betul-betul sudah mulai menjelajah hidup di negeri orang.

== Kuliah Bersama Baby ==
Baby Ibrahim di Kelas
Pertama datang ke Adelaide, hanya bersama baby, tanpa suami dan anak2. Hal yang paling bikin galau adalah siapa yg bakal njagain babyku kalau kutinggal masuk kelas persiapan.
Galaunya rasanya sampai bikin nangis 😭. Ahirnya, mencoba ngobrol sama learning advisor nya. Daaaaaan... dadada... "you are very welcome". "bawa aja babynya" katanya.. wuiiiihhh.. rasanya langsung plong banget. 😙 Jadilah baby Ibrahim peserta terkecil di kelas yang hanya berisi 8 orang itu.

== Antara Bis, Kereta, dan Tram ==
Tinggal di rumah teman yang jauh dari kampusku bukan lah perkara mudah. Tp nggak sulit2 juga sih. Yang jelas harus naik angkutan umum. Kereta jurusan Tonsley-Adelaide sdh biasa kutungguin. Ini menurutku yang paling nyaman. Keretanya bersih, dan sepi. Jd bawa baby di stroller sangat leluasa. Tapi.. jalannya ke stasiun ini 20 menit.. pegel juga kan kaki kl tiap hari jalan 20 mnt. Pulang pergi 40 menit deh...   😂
Cari opsi lain. Naik Bis. Naik bis enak, karena haltenya dekat. Tapi, tidak semua bis punya fasilitas tempat kursi roda. Karena stroller baby gak bisa masuk kl gk ada tempat kursi roda. Dan bis itu agak lambat karena banyak lampu merah. 😅
Alternatif lain. Tram. Tram ini nyaman. Lbh besar dr bis. Dan selalu ada tempat buat stroller. Plus, haltenya pas di depan kampus, bahkan di depan gedung kelasku. Tapi.. si tram ini hanya beroperasi di daerah kota. Lha aq kan tinggal di gunung. Di pinggir kota. 🙈. Plus si tram ini transportasi favorit. Penuh terus, walaupun lan sepenuh dan sesak sepeerti KRL Commuternya Jakarta 😃.
Jadinya campur2 lah transport umum yang kunaiki. Sdh pernah semua deh.
Nunggu kereta sudah sering, ngejar2 bis lbh sering lagi, berdiri di tram karena gk dpt tempat duduk, hanya sesekali aja sih.. 😁
Tempat Stroller di Tram


== Sholat dan air wudhu ==
Di Adelaide, saat musim dingin, siang harinya lebih sedikit drpd malam hari. Subuh jam 6, maghrib jam 5 an sore.
Yg masalah adalah, seringnya asarnya ini gak sempat sholat yang jenak. Krn sdg di jalan, tidak ada tempat sholat, plus nyari toilet umum di sini susah. Jd, haruskah aq tayamum dan sholat sambil berdiri?😣😄
Kalau pas di kampus, alhamdulillah nyaman. Ada mushollanya. Terimakasih University of South Australia. Lengkap dg tempat wudhunya. Di sinilah aq sering merebahkan badan sama baby. Ngilangin capek. 🤗

Tiduran di Musholla


== Winter in Adelaide ==
Sebelum berangkat sebenarnya sdh ngecek2 temperatur. Berapa derajat sih. Pas ngecek, 14. Trus tanya teman, katanya sekitar 15. Lha... pas dateng kok 10 derajat C. Malamnya malah sampai 3 derajat 😧. Ya Allah.. dingin banget. Lgsg aja si kulit ini rasanya retak2.. 😅 ditambah angin plus hujan, lengkap sudah. Kayak di kulkas. Frozen. 😪

Glenelg

To be continued ya...
Sdh ngantuk...

Adelaide, @9 Juni 2018

Jumat, 17 Juni 2016

RAMADHAN SEBAGAI MOMENT PENDIDIKAN KARAKTER ANAK

Juni 17, 2016 0 Comments
Siti Rohmanatin Fitriani
Sekretaris Majlis Hukum & HAM PWA Papua

Sebagaimana diketahui bersama bahwa sebagai umat Islam kita diwajibkan puasa di Bulan Ramadhan. Kewajiban puasa bukan hanya sekedar puasa tapi banyak hikmah di dalamnya. Karena itulah, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mendidik karakter anak. Sehingga penting kemudian untuk mengajak anak berpuasa atau belajar berpuasa. Cara dan bagaimana anak belajar berpuasa sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak yang bisa jadi berbeda satu sama lain walupun usianya sebaya.
Kembali kepada pembentukan karakter anak melalui puasa Ramadan. Karakter yang seperti apa..?
1.    Karakter yang disiplin. Karena  dengan berpuasa anak diajarkan untuk disiplin. Disiplin dalam hal waktu makan. Menahan makan dari terbitnya fajar, hingga terbenamnya matahari. Jika si kecil mungkin masih belum mampu puasa secara penuh, bisa puasa setengah hari sebagai proses pembelajaran. Dalam puasa setengah hari ini pun ada kedisiplinan. Makan hanya diperbolehkan pada waktu dhur (tengah hari) untuk kemudian anak harus puasa lagi. Disiplin juga untuk bangun di waktu sahur. Dan banyak lagi displin-disiplin yang lain seperti sholat tarawih dll.

2.       Karakter yang peduli pada sesama. Dengan berpuasa anak bisa merasakan betapa beratnya tidak bisa makan saat lapar, bahkan mereka mungkin ada yang merasa perutnya sakitkarena lapar. Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk menjelaskan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang tidak cukup memiliki makanan untuk disantap. Kita ajarkan bahwa kita harus membantu sauara-saudara kita yang tidak berkecukupan tersebut agar mereka tidak merasakan sakitnya kelaparan.  Bisa juga kita jelaskan bahwa rasa lapar yang kita rasakan ini akan hilang ketika waktu berbuka telah tiba, tapi bagaimana dengan saudara-saudara kita yang meang tidak memiliki makanan, kapan waktu makan bagi mereka. Tidak ada kepastian.
Ini mengrahkan  pada karakter selanjutnya, yaitu

3.       Karakter yang bersyukur atas semua nikmat dan karunia Allah. Bersyukur karea begitu besar nikmat Allah yang diberikan keada kita berupa makanan yang bisa kita santap saat berbuka sampai waktu sahur berahir.  Yang mungkin tidak dimili orang lain. Karakter anak yang bersyukur akan menjauhkan anak-anak kita dari rasa iri dan sombong
Saya mengajak kita semua, termasuk saya juga, untuk tidak menyia-nyiakan momen puasa ramadhan ini, untuk membentuk karakter anak menjadi anak yang disiplin, peduli kepada sesama, dan juga anak yang bersyukur atas nikmat dan karunia Alah.
Catatan terahir saya, proses pembentukan karakter ini hendaknya tidak dilakukan dengan paksaan. Tuntun anak setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuannya.

Semoga Allah memudahkan kita menjadi hamba yang lebih baik di bulan Ramdhan ini.

Senin, 30 Maret 2015

Berteman = Belajar

Maret 30, 2015 0 Comments

Dalam setiap aktfitas yang kita lakukan, kita punya pilihan tentang bagaimana menjalaninya, bagaimana merefleksikannya, dan bagaimana juga melakukan follow up nya. Kita bisa juga hanya menjalaninya tanpa ada proses lain. Tapi, buat saya, ini artinya melakukan sesuatu tanpa ruh/jiwa.

Bertemu dengan teman-teman baru pada saat mengikuti Moslem Exchange Program (MEP) 2015 di Australia, buat saya adalah salah satu cara belajar, refleksi, dan juga proses membangun mimpi tentang kehidupan yang lebih baik, untuk saya,  keluarga, komunitas, dan juga untuk negara.

Menjadi salah satu peserta MEP Indonesia-Australia memberikan saya kesempatan untuk bertemu dan tinggal bersama peserta MEP lain, yang adalah orang-orang hebat, yang sudah melakukan banyak hal di komunitasnya.

Ahmad Saifullah, peserta MEP dari Ponorogo, dosen di salah satu Pesantren tertua dan terbesar, Gontor. Dia mengabdikan dirinya untuk agama dan bangsa dalam bidang pendidikan. Dia rendah hati dan sangat penolong. Dari dia saya belajar tentang komitmen dan konsekwensi terhadap komitmen, kontrak pengabdian untuk pendidikan sampai ahir hayat.

Hindun Anisah, peserta MEP dari Jepara. Dia adalah salah satu "bu nyai" yang progressif. Feminis yang rendah hati, dan tidak membedakan-bedakan dalam bergaul. Dari dia saya belajar bagaimana menjadi ibu yang baik dan tetap berkarya. Perhatian terhadap berbagai masalah anak dan perempuan, termasuk masalah lingkungan, sustainable development.

Lenni Lestari, peserta MEP dari Aceh. Dia yang paling muda diantara kita. Tapi komitmen dan kecintaan pada tafsir, membuat semangatnya tidak pernah padam untuk selalu belajar dan menggali lebih dalam mengenai Islam. Saya melihat dia sedang belanja ilmu untuk untuk dibagikan kepada para mahasiswanya di IAIN Zawiyah Cot Kala,, Langsa, Aceh.

Yanuardi Syukur, peserta MEP dari Ternate. Dia adalah dosen dnan seorang penulis muda yang sangat produktif. Tidak kurang dari 30-an buku telah diterbitkan di usianya yang masih 30-an, thirty on thirty. dalam setiap kesempatan, menulis adalah bagian yang tak terpisahkan. Dia menginspirasi saya untuk menulis, membuat karya yang akan kita wariskan  kepada anak cucu kita. Hmmmm.... I'm start writing now...

Dari orang-orang hebat ini saya belajar bahwa:

Kita bisa menjadi hebat di usia muda
Kita bisa menjadi hebat dengan karya
Kita juga bisa hebat dengan melakukan pengabdian
Kita bisa hebat dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat
Kita SEMUA bisa menjadi hebat

Semoga bisa menginpirasi

Siti Rohmanatin Fitriani,
Canberra, 22 Maret 2015

Islamic Council of Victoria: Melayani umat sampai penjara

Maret 30, 2015 0 Comments

Pada tanggal 20 MaretMaret 2015, saya dan teman-teman peserta Moslem Exchange Program (MEP 2015) berkesempatan berkunjung dan berbincang-bincang dengan Islamic Council of Victoria (ICV). Kita disambut hangat oleh Nail Aykan, manager ICV.

Dalam perbincangan ini, Nail mengungkapkan bahwa umat Islam di Melbourne sangat multicultural. Mereka berasal dari berbagai latar belakang suku dan negara beserta segala keunikan budayanya. Inilah yang mendorong  ICV untuk memberikan pelayanan inklusif kepada semua umat Islam di Melbourne hususnya.
Di antara pelayanan yang diberikan adalah mengorganisir sholat Jum’ah di Masjid ICV. Masjid dan kantor ICV berada dalam 1 gedung 3 lantai di Jeffcott Street No 66-68, West Melbourne. Sebagian besar luas bangunan ini digunakan untuk masjid dari lantai 1 sampai 3. Lantai 1 dan 2 untuk jamaah laki-laki. Lantai 3 dihususkan untuk jamaah perempuan. Di masjid ini dilaksanakan sholat jum’ah 2 kali, yaitu pada jam 13:00 dan 14:00 waktu setempat. Alasan dilakukan sholat jum’ah 2 kali ini antara lain adalah untuk mengakomodir berbagai profesi umat Islam yang bervariasi dengan jam kerja bervariasi, juga karena terbatasnya lahan parkir sehingga tidak bisa menampung kendaraan para jamaah sholat jum’ah.
Hal lain yang menark dari pelayaan sholat jumah ICV adalah sholat jum’ah di penjara. Ada 13 penjara d Melbourne, dimana 9% penghuninya bergama Islam. ICV mengorganisir komunitas Islam untuk melayani para narapidana dalam bentuk pelaksanaan sholat Jum’ah di penjara. Kegiatan ini dikoordinir oleh Rahil Khan, Koordinator Imam husus untuk penjara. Selain sholat jum’ah, cara sholat juga diajarkan bagi narapidana muslim yang belum bisa melakukan sholat.
Seringkali kita sebagai umat Islam tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan keagamaan saudara-saudara sesama muslim kita yang berada di rumah tahanan atau penjara, terutama di wilayah-wilayah dimana Islam adalah minoritas. Mungkin kita sudah harus mulai memikirkannya.
Hal lain yang menarik adalah pelayanan konsultasi dan konseling. Konsultasi secara tatap muka dilakukan setiap hari jumat oleh para imam di masjid-masjid. Kebanyakan permasalahnya adalah perceraian. Karena para imam tidak dilatih untuk mengatasi persoalan semacam ini, maka terkadang mereka didampingi oeh pekerja sosial yang juga akan membantu proses pelayanannya.
Mungkin tidak banyak lembaga Islam yang memberikan pelayanan konsultasi dan konseling, terutama masalah perkawinan. Padahal, dari pengalaman, saya melihat berbagai persoalan dihadapi terutama oleh perempuan muslim, baik itu masalah pengasuhan anak, kekerasan, ke-tidak sanggupan untuk menjalani poligami, dll.
Sebagai seorang muslim, mungkin banyak hal yang sudah kita lakukan untuk komunitas muslim di mana kita tinggal. Namun, pelayanan untuk umat Islam yang sering luput dari pandangan, mungkin belum kita lakukan. Pelayanan kepada saudara se-iman yang ada di penjara, pelayanan kepada perempuan yang mengalami kesulitan yang berhubungan dengan posisinya sebagai perempuan yang mungkin tidak bisa diwakili dengan pelayanan yang bisa diberikan secara umum untuk laki-laki dan perempuan, dll.
Semoga hal yang baik bisa diambil manfaatnya.

Semoga ide yang baik bisa membaw kita pada kegiatan nyata untuk sesama.  Amin.Wallahu a’lam bisshowab.

Siti Rohmanatin Fitriani

Minggu, 29 Maret 2015

Game: Islam Inside

Maret 29, 2015 0 Comments

Petergould, adalah salah satu seniman muslim di Australia yang saya temui dalam program muslim exchange Indonesia-Australia 2015. Dia bekerja di bidang design. Dia membuat berbagai desain dimana inspirasinya sebagian besar berdasarkan dari ajaran Islam dan juga dari seni-seni Islam.

Salah satu karyanya yg menarik adalah game yg berisikan ajaran Islam. Anak bisa belajar ajaran Islam melalui game-game yg dia buat. Game-game tersebut antara lain Salam Sister, Kids of the Ummah, dan  Amina's kitchen. Game-game ini tentunya menjadi alternatif bagi permainan anak-anak kita di gadget mereka, seperti Hp dan tablet. Game-game ini bisa dimainkan di hp&tab yang berbasis IOS maupun Android. Kita bisa mendownload game ini di playstore. 

Bermain game di hp&tab bagi generasi muda kita saat ini bisa dikatakan tidak bisa diabaikan dan sulit untuk dihindari. Tapi ada upaya yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir dampak negatif, dan juga mengupayakan dampak positif dari game.

Di game Amina's kitchen misalnya, anak kita bisa bermain cara memasak dan memilih bahan2 makanan yg halal. ini secara tidak sadar akan mengajarkan anak-anak kita tentang makanan yang halal dan haram. Sebagai seorang muslim, saya akan memilih game ini dibandingkan misalnya game Hayday yg isinya tentang beternak, dimana salah satu binatang ternaknya adalah babi.

Hal mendasar yang saya pelajari dari karya-karya Petergould adalah semangat untuk MEWARNAI segala aktifitas, kerja, dan karya kita dengan warna islami. Islami bukan hanya dalam arti simbol, tapi juga dalam arti nilai-nilai ajaran Islam, Islam Inside.

Semoga menginspirasi,

Salam,
Siti Rohmanatin Fitriani

Note: 
Informasi tentang game bisa dilihat di http://aminaskitchenapp.com/