Siti Rohmanatin Fitriani
Sekretaris Majlis Hukum & HAM PWA Papua
Sebagaimana
diketahui bersama bahwa sebagai umat Islam kita diwajibkan puasa di Bulan
Ramadhan. Kewajiban puasa bukan hanya sekedar puasa tapi banyak hikmah di
dalamnya. Karena itulah, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mendidik karakter
anak. Sehingga penting kemudian untuk mengajak anak berpuasa atau belajar
berpuasa. Cara dan bagaimana anak belajar berpuasa sebaiknya disesuaikan dengan
usia dan kemampuan anak yang bisa jadi berbeda satu sama lain walupun usianya
sebaya.
Kembali kepada
pembentukan karakter anak melalui puasa Ramadan. Karakter yang seperti apa..?
1. Karakter
yang disiplin. Karena dengan
berpuasa anak diajarkan untuk disiplin. Disiplin dalam hal waktu makan. Menahan
makan dari terbitnya fajar, hingga terbenamnya matahari. Jika si kecil mungkin
masih belum mampu puasa secara penuh, bisa puasa setengah hari sebagai proses
pembelajaran. Dalam puasa setengah hari ini pun ada kedisiplinan. Makan hanya
diperbolehkan pada waktu dhur (tengah hari) untuk kemudian anak harus puasa
lagi. Disiplin juga untuk bangun di waktu sahur. Dan banyak lagi
displin-disiplin yang lain seperti sholat tarawih dll.
2.
Karakter
yang peduli pada sesama. Dengan berpuasa anak bisa merasakan betapa
beratnya tidak bisa makan saat lapar, bahkan mereka mungkin ada yang merasa
perutnya sakitkarena lapar. Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk
menjelaskan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang tidak cukup memiliki
makanan untuk disantap. Kita ajarkan bahwa kita harus membantu sauara-saudara
kita yang tidak berkecukupan tersebut agar mereka tidak merasakan sakitnya
kelaparan. Bisa juga kita jelaskan bahwa
rasa lapar yang kita rasakan ini akan hilang ketika waktu berbuka telah tiba,
tapi bagaimana dengan saudara-saudara kita yang meang tidak memiliki makanan,
kapan waktu makan bagi mereka. Tidak ada kepastian.
Ini
mengrahkan pada karakter selanjutnya,
yaitu
3.
Karakter
yang bersyukur atas semua nikmat dan karunia Allah. Bersyukur karea begitu
besar nikmat Allah yang diberikan keada kita berupa makanan yang bisa kita
santap saat berbuka sampai waktu sahur berahir. Yang mungkin tidak dimili orang lain. Karakter
anak yang bersyukur akan menjauhkan anak-anak kita dari rasa iri dan sombong
Saya mengajak
kita semua, termasuk saya juga, untuk tidak menyia-nyiakan momen puasa ramadhan
ini, untuk membentuk karakter anak menjadi anak yang disiplin, peduli kepada sesama,
dan juga anak yang bersyukur atas nikmat dan karunia Alah.
Catatan
terahir saya, proses pembentukan karakter ini hendaknya tidak dilakukan dengan
paksaan. Tuntun anak setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuannya.
Semoga Allah
memudahkan kita menjadi hamba yang lebih baik di bulan Ramdhan ini.